Senin, 10 Desember 2018


PRINSIP EVALUASI PENGEMBANGAN KURIKULUM


Pendidikan adalah suatu proses yang bertujuan mengubah perilaku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam kurikulum. Dalam hal ini, evaluasi merupakan komponen kurikulum yang dirancang untuk mengungkapkan hasil dari suatu pendidikan yang termanifestasi dalam perilaku peserta didik.
Dalam pengembangan kurikulum, evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan kurikulum. Hasil yang diperoleh dijadikan balikan bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan kurikulum.
Dalam rangka mengembangkan kurikulum baru yang lebih efektif, maka perlu adanya prinsip-prinsip atau suatu yang dijadikan sebagai sebuah pedoman untuk berfikir dan bertindak dalam mengevalusi kurikulum yang sudah pernah dilaksanakan. Mengenai hal itu, maka pada makalah ini kami akan menjelaskan prinsip-prinsip evaluasi pengembangan kurikulum.
Berdasarkan latar belakang tersebut, kami merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan evaluasi pengembangan kurikulum?
2.      Bagaimana prinsip-prinsip evaluasi pengembangan kurikulum?

A.    Evaluasi pengembangan kurikulum
Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan, keluaran, dan hasil terhadap rencana dan standar. Masukan adalah  segala sumber atau daya yang diperlukan dalam sistem pendidikan untuk menciptakan hasil-hasil pendidikan. Keluaran adalah salah satu jenis hasil pendidikan, ketika peserta didik belum sampai pada klasifikasi hasil pendidikan. Evaluasi dilakukakn terhadap pelaksanaan rencana untuk menilai keberhasilan pelaksanaan dari suatu program atau kegiatan berdasarkan indikator dan sasaran kinerja yang tercantum dalam program atau kegiatan.[1]
Tujuan evaluasi adalah mengukur capaian kegiatan, yaitu sejauh mana kegiatan dapat dilaksanakan.[2] Karena setiap kegiatan atau program pasti memiliki tujuan tertentu. Oleh karena itu dengan evaluasi akan dapat mengembangkan dan memperbaiki kurikulum.
Evaluasi mencakup: (a) klarifikasi tentang tujuan sampai pada penjabaran mengenai indikator perilaku yang menjelaskan pencapaian tujuan dalam bidang tertentu; (b) pengembangan dan penerapan berbagai cara untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan pada pribadi peserts didik; (c) menemukan cara yang tepat untuk merangkum dan menginterprestasi suatu perubahan; (d) penggunaan informasi yang diperoleh tentang kemajuan atau hambatan-hambatan yang dihadapi peserta didik sebagai dasar penyempurnaan kurikulum, metode pembelajaran dan bimbingan.[3]
Evaluasi pengembangan kurikulum adalah suatu tindakan pengendalian, penjaminan dan penetapan mutu kurikulum, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai bentuk akuntabilitas pengenbang kurikulum dalam rangka menentukan keefektifan kurikulum.[4]
B.     Prinsip-prinsip evaluasi pengembangan kurikulum
Prinsip adalah suatu kaidah yang harus dipenuhi oleh evaluator kurikulum.[5] Adapun prinsip evaluasi pengembangan kurikulum adalah kaidah yang dipenuhi oleh evaluator kurikulum untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria.
Prinsip-prinsip evaluasi kurikulum adalah sebagai berikut:[6]
1.      Tujuan tertentu, artinya setiap program evaluasi kurikulum terarah dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan secara jelas dan spesifik. Tujuan-tujuan itu pula yang mengaahkan berbagai kegiatan dalam proses pelaksanaan evaluasi kurikulum.
2.      Bersifat objektif, dalam artian berpijak pada keadaan yang sebenarnya, bersumber dari data yang nyata dan akurat, yang diperoleh melalui instrumen yang andal.
3.      Bersifat komprehensif, mencakup semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum, seluruh komponen kurikulum harus mendapat perhatian dan pertimbangan secara seksama sebelum dilakukan pengambilan keputusan.
4.      Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan. Pelaksanaan dan keberhasilan suatu program evaluasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan seperti guru, kepala sekolah, penilik, orang tua bahkan siswa itu sendiri, di samping merupakan tanggung jawab utama lembaga pneliti dan pengembangan.
5.      Efisien, khususnya dalam penggunaan waktu, biaya, tenaga, dan perelatan yang menjadi unsur menunjang. Oleh karena itu, harus diupayakan agar hasil evaluasi lebih tinggi, atau paling tidak berimbang dengan materi yang digunakan.
6.      Berkesinambungan, hal ini diperlukan mengingat tuntutan dari dalam dan luar sistem sekolah, yang meminta diadakannya kurikulum. Untuk itu, guru dan kepala sekolah sangatlah penting, karena mereka yang mengetahui pelaksanaa, permasalahan, dan keberhasilan kurikulum.
7.      Prinsip fleksibilitas, terdapat ruang gerak yang memberikan kebebasan dalam bertindak. Fleksibilitas mencakup peserta didik yang bebas memilih program pendidikan, serta pendidikan dalam mengembangkan program pembelajaran.[7]
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang evaluator dalam pelaksanaan evaluasi, meliputi :
a.       Evaluasi hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga jelas tujuan dan kegunaannya, objek evaluasinya, instrument evaluasi dan interpretasi hasil evaluasi.
b.      Evaluasi harus menjadi bagian integral dalam proses pengembangan kurikulum
c.       Untuk memperoleh hasil hasil yang objjektif, evaluasi harus menggunakan berbagai instrument.
d.      Pemilihan instrument evaluasi harus sesuai dengan objek dengan objek evaluasi/
e.       Instrument evaluasi harus mendorong kemampuan penalaran dan kreativitas peserta didik.
f.       Objek evaluasi harus menyeluruh.
g.      Evaluasi harus mengacu kepada prinsip diferensiasi, yaitu memberikan peluang kepada peserta didik untuk menunjukkan apa yang diketahui, apa yang dipahami dan apa yang dapat dilakukan.
h.      Evaluasi harus diikuti dengan tindak lanjut.
i.        Evaluasi harus berorientasi  pada kecakapan hidup dan bersifat mendidik.
Kami menyadari materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan. Dan apabila masih ada kata-kata yang salah dan materi-materi yang kurang dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita dan menjadi ilmun yuntafa’u bihi. Amin ya Robbal ‘Alamin.

Daftar Pustaka
Triwiyanto, Teguh. 2015, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara
Hasan, Hamid.  2009, Evaluasi Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Hamalik, Oemar.  2011, DASAR-Dasar Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Reksoatmudjo, Tedjo Narsoyo. 2010. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Bandung: PT Refika Aditama
    Arifin, Zainal. 2014. Konsep dan Model Pengambangan Kurikulum, Bandung: PT Remaja   Rosdakarya


[1] Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), hal. 183
[2] Ibid, Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, hal 183
[3] Tedjo Narsoyo Reksoatmudjo, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), hal. 57
[4] Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengambangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hal. 266
[5] Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hal. 156
[6] Oemar Hamalik, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), hal. 255
[7] Ibid, Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, hal 185

Inti Retna / 932506615/UAS E-LEARNING Kelas A/PBA IAIN KEDIRI 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar