Senin, 10 Desember 2018

بسم الله الرحمن الرحيم



KUIS BAHASA ARAB

Uji kemampuan bahasa Arabmu dengan mengisi pertanyaan pada alamat di bawah ini: 
PASTI KAMU BISA!!! Bahasa Arab itu Mudah!

https://goo.gl/forms/XHCjXhFuylfweIJs1

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeZnn6MZFLNb36ApTGXyjgs5BuwlhUFfzRMAnMxQU1bOuq9sQ/viewform?usp=sf_link

Inti Retna/932506615/UAS E-LEARNING Kelas A PBA IAIN KEDIRI



Laporan Kegiatan Pembuatan Film Pendek Profil IAIN Kediri



KAMPUS IAIN KEDIRI (PBA HITS)
 https://youtu.be/neYaQO7QR04
https://youtu.be/neYaQO7QR04

MUKADIMAH
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, kegiatan produksi film pendek ”Profil IAIN Kediri telah selesai dilaksanakan tanpa adanya kendala yang berarti.
Perencanaan yang matang, masukan-masukan dan dukungan dari pihak kampus yang sangat membantu sekali kelancaran program ini. Secara umum program berhasil dilaksanakan. Tahapan persiapan berjalan tanpa kendala sama sekali. Tahap produksi atau pengambilan gambar (shooting) memang mengalami kendala. Kendala utama terletak pada pengambilam objek gambar yang masih kurang bisa sesuai dengan yang telah direncakan. Serta keterbatasan waktu yang sangat minim.

DASAR PELAKSANAAN
1.      Sebagai bentuk pelaksanaan dari tugas E – learning
2.      Hasil kesepatakan Dosen beserta mahasiswa 

TUJUAN
1.      Media kreativitas mahasiswa pendidikan bahasa arab IAIN Kediri
2.      Menjadi media dokumentasi atas hasil pengamatan dan pengembangan ide terhadap kondisi diri dan sosial,
3.      Media apresiasi anak muda/pelajar pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,
4.      Menghadirkan tontonan yang mendidik dan menghibur bagi masyarakat,
5.      Media publikasi yang efektif terhadap keadaan dan keberadaan IAIN kediri

PELAKSANAAN KEGIATAN 
PERSIAPAN
Agar proses produksi berjalan dengan lancar dan terarah, maka melalui tahap persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan berupa :
–       Mempelajari proses pembuatan film pendek melalui film-film pendek yang berhasil memperoleh penghargaan melalui situs youtube.com, filmpelajar.com dll
–       Melakukan diskusi dan bertukar pikiran (brainstorming) dengan kelompok dan dosen
–       Melakukan pemilihan peran (casting) dengan melibatkan semua anggota kelompok yang berjumlah 5 orang pada tanggal 15 oktober 2018
–       Penyusunan naskah skenario yang bisa memperkenalkan tempat dan kondisi kampus IAIN kediri
–       Penyusunan pembagian tugas (job description) masing-masing anggota kelompok  dalam program ini, termasuk menghubungi pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyusunan film ini.
–       Latihan pengambilan gambar yang dilaksanakan dua kali, yakni pertama pada Rabu 17 oktober 2018; kedua pada Jum’at, 26 oktober 2018; Melalui dua kali latihan ini, anggota kelompok E- learming telah memiliki gambaran dan pengalaman untuk melaksanakan proses produksi (shooting) dengan lebih baik.

PRODUKSI (SHOOTING)
Proses produksi dalam pengambilan gambar yang pertama dilakukan di kampus satu
Pengambilan gambar yang kedua dilakukan di kampus dua, perpustakan, pascasarjana. 

PERBAIKAN (EDITING)
Proses editing memakan waktu yang relatif lama karena melibatkan banyak aplikasi komputer yang dituntut untuk detail. Berdasarkan hasil editing yang telah dilakukan oleh tim, memakan kurang lebih dua hari dalam penyelesaian editing tersebut.

PUBLIKASI/ DISTRIBUSI
Program publikasi dan distribusi akan diusulkan melalui sebuah proposal tersendiri karena direncakan dalam bentuk penyesaikan tugas . Secara umum distribusi akan dilakukan melalui:
–       Media sosial online seperti facebook, twitter,  vfbcyoutube, dll

SINOPSIS
IAIN Kediri  merupakan salah satu institut yang baru saja berganti status dari STAIN kediri ke IAIN kediri. Selain iti IAIN kediri merupakan salah satu INSTITUT yang berkerjasama dengan luar negri dalam proses pertukatan mahasiswa. Dengan adanya program yang demikian serta pendukung dari timyang termasuk salah satu mahasiwa luar negri, kami memanfaatkan peran tsb sebagai bentuk keistomewaan Kampus IAIN Kediri.

LOKASI
Lokasi pengambilan gambar dilakukan di Kampus IAIN kediri serta beberapa wilayah di sekitarnya.

PESAN 

Semoga dengan adanya profil kampus IAIN kediri ini dapat memberikan informasi baru baik dari mahasiswa mapun calon mahasiswa. Serta sebagai sarana untuk memperkenalkan Institut.

PENUTUP
Demikian laporan ini disusun untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
kediri, 28 Oktober 2018
Hormat kami,
Ass. Sutradara                          : Alfi Farihah
Ass. Produser                           : Anis Fatkhul K.
Editing                                      : Inti Retna Rahayu
Kameramen                               : Suradet Lahmai dan Koraket keoket

 Inti Retna/932506615/UAS E-LEARNING Kelas A PBA IAIN KEDIRI


بسم الله الرهمن الرحيم

التاريخ العلم المعاني


  اللغة العربية هي لغة القرأن و الحديث. نستطيع أن نعرف علوما منهما بفهم اللغة العربية. و أكثر الجمل فيهما بالبلاغة. و هنا سنبحث عن التاريخ العلم المعاني. فالعلم المعاني هو أحدى الفروع من علم البلاغة.
علم المعاني هو أصول و قواعد يُعرف بها كيفية مطابقة الكلام لمقتضى الحال بحيث يكون وفق الغرض الذي سيق له. و فائدته إعجاز القرآن الكريم من جهة ما خصه الله به من جودة السبك و حسن الوصف و براعة التراكبيب و لطف الإيجاز و ما اشتمل عليه من سهولة التركيب و جزالة كلماته و عذوبه ألفاظه و سلامتها إلى غير ذلك من محاسنه التي أقعدت العرب عن مناهضته و حارت عقولهم أمام فصاحته و بلاغته.
Ilmu Ma’ani yaitu pokok-pokok dan qoidah-qoidah yang digunakan untuk mengetahui tata cara menyesuaikan kalam pada makna yang didatangkan. Adapun faidah ilmu ma’ani yakni mengetahui kemukjizatan Al-Qur’an dari sisi kebaikan sususnan dan sifatnya, keindahan penyusunan, kehalusan, I’jaz dan segala suatu yang dikandung Al-Qur’an, yang berupa kemudahan susunan, keagungan kalimat-kalimatnya, keselamatan dan keindahan yang membuat bangsa Arab tidak mampu menandingi serta tercengangnya akal mereka akan kefasihan dan nilai sastranya.

و التاريخ علم المعاني ينتج في الدولة العباسية. لما احتدم الجدل صدر الدولة  العباسية إبّان زهو اللغة و عزها, في بيان وجوه إعجاز القرآن. وتعددت نزعات العلماء في ذلك, ولما قامت سوق نافقة للمناظرة بين أئمة اللغة و نحو أنصار الشعر القديم الذين جنحوا إلى المحافظة على أساليب العرب ورأوا الخير كله في الوقوف عند أضاعهم و بين الأدباء والشعراء أنصار الشعر الحديث الذين لم يحلفوا بمادرج عليهم أسلافهم, و آمنوا بأن للحضارة التي غذوا بلبانهم آثارا معها في حل من كل قديم, و لما شجر الخلاف بين أساطين الأدب في بيان جيد الكلام ورديئه, دعت هذه البواعث و لفتت أنظار العلماء إلى وضع قواعد و ضوابط يتحاكم إليها الباحثون, وتكون دستورا للناظرين في آداب العرب (المنثور منها و المنظوم), ولا نعلم أحدا سبق أبا عبيدة بن المثنى المتوفى سنة ٢١١ھ تلميذ الخليل بن أحمد في تدوين كتاب في علم البيان يسمى (مجاز القرآن) كما لا نعرف بالضبط أول من ألف في علم المعاني – وإنما أثر فيه نبذ عن بعض البلغاء كالجاحظ في كتابه (إعجاز القرآن) و ابن قتيبة في كتابه (الشعر والشعراء) – و المبرد في كتابه (الكامل).
Adapun sejarah munculnya ilmu ma’ani berawal dari awal pemerintahan dinasti Abbasiyah, di Irak, yang merupakan zaman kejayaan bahasa Arab, para ulama’ semakin sengit memperdebatkan sisi I’jazul qur’an (kemu’jizatan al-qur’an),begitu pula perdebatan para ahli lughot dan ulama’ nahwu pembela puisi lama yang cenderung memelihara metode bangsa Arab dan melihat kebaikan secara total ada pada ketetapan mereka, dan antarapara pujangga dan penyair pembela puisi baru, yang menginginkan perubahan dan lepas dari budaya pendahulunya dan ketika perdebatan sudah memuncak mengenai kalam yang baik dan yang buruk, maka mereka sepakat menetapkan qoidah-qoidah bagi para pemerhati kesusastraan Arab, baik yaang berupa kalam natsar atau syair.Kita tidak mengenal seorang pun yang mendahului Abu Ubaidillah bin Mutsannah, wafat 211 H, salah seorang murid Imam Kholil bin Ahmad, dalam hal membukukan kitab dalam bidang ilmu bayan yang diberi nama “Majazul Qur’an”. Sebagimana kita pun tidak mengetahui secara teliti tentang permulaan orang yang mengarang ilmu ma’ani. Yang diketahui dalam ilmu ma’ani  hanyalah sebagian saja dari ulama’ balaghoh, seperti Imam Al-Jahidz dalam hal kitabnya yang berjudul “I’jazul Qur’an” dan Imam ibnu Qutaibah dalam kitabnya yang berjudul  “Asy-Syi’ru wasy Syu’aro’” dan juga Imam Al-Mubarrid dalam ktabnya yang berjudul Al-Kamil.

ولكن نعلم أن أول من ألف في البديع (الخليفة عبد الله بن المعتز بن المتوكل العباسي المتوفى في سنة ٢٩٦ھ). ومازلت هذه العلوم تسير في طريق النموّ حتى نزل في الميدان الإمام أبو بكر عبد القاهر بن عبد الرحمن الجرجاني المتوفى في سنة ٤٧١ھ فشمّر عن ساعة الجد, ودون كتابيه – أسرار البلاغة – و دلائل الإعجاز- وقرن فيهما بين العلم و العمل, ثم جاء إثر عبد القاهر- جار الله الزمخشري, فكشف في تفسيره (الكشّف) عن وجوه إعجاز القرآن, وأسرار بلاغته, وأوضح ما فيه من الخصائص و المزايا, وقد أبان خلالها كثيرا من قواعد هذه الفنون- ثم نهض بعده أبو يعقوب يوسف السكّاكي المتوفى في سنة ٦٢٦ھ فجمع في قسم الثالث من كتابه (المفتاح) ما لا مزيد عليه, وجاء بعده علماء القرن السابع فما بعده يختصرون و يضعون مؤلفاتهم حسب ما تسمح به مناهج التعليم للمتعلمين في كل قطر من الأقطار حتى غدت أشبه بالمعميات و الألغاز.
Akan tetapi kita mengetahui bahwa permulaan orang yang mengarang ilmu badi’ ialah khalifah Abdullah bin Al-Mu’taz bin Al-Mutawakkil Al-Abbasy, wafat pada tahun 269 H. Ilmu-ilmu tersebut berkembang hingga Imam Abu Bakar Abdul Qohir bin Abdurrohman Al-Jurjany, yang wafat pada tahun 471 H. Beliau berhasil membukukan dua buah kitabnya yaitu Asrorul Balaghoh dan Dalailul I’jaz dalam kedua buku tersebut ia senantiasa memadukan antara ilmu dan amal. Setelah Imam Abul Qohir Al-Jurjany, menyusullah Imam az-Zamahsary. Beliau mengupas dalam kitab tafsirnya yang bernama Al-Kasysyaf  tentang cara mengetahui aspek-aspek kemu’jizatan Al-Qur’an dan rahasia-rahasia nilai sastranya. Dalam kitab itu beliau juga menjelaskan tentang beberapa dasar dan qoidah-qoidah ilmu balaghoh. Setelah Imam az-Zamahsary muncullah Imam Abu Ya’qub Yusuf As-sakati, wafat pada tahun 626 H. Pada bagian ketiga dari kitabnya Al-Miftah beliau menghimpun pembahasan-pembahasan ilmu balaghoh yang tidak perlu dibantah lagi. Setelah mereka, para Ulama abad ke-7 dan seterusnya mengupayakan untuk meringkas dan menyusun karangan mereka yang disesuaikan dengan metode pengajaran untuk disampaikan kepada para pelajar di berbagai daerah.[1]


[1]M. Sholehuddin Shofwan, Mabadi’ul Balaghah: Pengantar Memahami Nadzom Jauharul Maknun, (Darul Hikmah: Jombang, 2007), 45.


Inti Retna / 932506615/UAS E-LEARNING Kelas A/PBA IAIN KEDIRI

PRINSIP EVALUASI PENGEMBANGAN KURIKULUM


Pendidikan adalah suatu proses yang bertujuan mengubah perilaku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam kurikulum. Dalam hal ini, evaluasi merupakan komponen kurikulum yang dirancang untuk mengungkapkan hasil dari suatu pendidikan yang termanifestasi dalam perilaku peserta didik.
Dalam pengembangan kurikulum, evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan kurikulum. Hasil yang diperoleh dijadikan balikan bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan kurikulum.
Dalam rangka mengembangkan kurikulum baru yang lebih efektif, maka perlu adanya prinsip-prinsip atau suatu yang dijadikan sebagai sebuah pedoman untuk berfikir dan bertindak dalam mengevalusi kurikulum yang sudah pernah dilaksanakan. Mengenai hal itu, maka pada makalah ini kami akan menjelaskan prinsip-prinsip evaluasi pengembangan kurikulum.
Berdasarkan latar belakang tersebut, kami merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan evaluasi pengembangan kurikulum?
2.      Bagaimana prinsip-prinsip evaluasi pengembangan kurikulum?

A.    Evaluasi pengembangan kurikulum
Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan, keluaran, dan hasil terhadap rencana dan standar. Masukan adalah  segala sumber atau daya yang diperlukan dalam sistem pendidikan untuk menciptakan hasil-hasil pendidikan. Keluaran adalah salah satu jenis hasil pendidikan, ketika peserta didik belum sampai pada klasifikasi hasil pendidikan. Evaluasi dilakukakn terhadap pelaksanaan rencana untuk menilai keberhasilan pelaksanaan dari suatu program atau kegiatan berdasarkan indikator dan sasaran kinerja yang tercantum dalam program atau kegiatan.[1]
Tujuan evaluasi adalah mengukur capaian kegiatan, yaitu sejauh mana kegiatan dapat dilaksanakan.[2] Karena setiap kegiatan atau program pasti memiliki tujuan tertentu. Oleh karena itu dengan evaluasi akan dapat mengembangkan dan memperbaiki kurikulum.
Evaluasi mencakup: (a) klarifikasi tentang tujuan sampai pada penjabaran mengenai indikator perilaku yang menjelaskan pencapaian tujuan dalam bidang tertentu; (b) pengembangan dan penerapan berbagai cara untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan pada pribadi peserts didik; (c) menemukan cara yang tepat untuk merangkum dan menginterprestasi suatu perubahan; (d) penggunaan informasi yang diperoleh tentang kemajuan atau hambatan-hambatan yang dihadapi peserta didik sebagai dasar penyempurnaan kurikulum, metode pembelajaran dan bimbingan.[3]
Evaluasi pengembangan kurikulum adalah suatu tindakan pengendalian, penjaminan dan penetapan mutu kurikulum, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai bentuk akuntabilitas pengenbang kurikulum dalam rangka menentukan keefektifan kurikulum.[4]
B.     Prinsip-prinsip evaluasi pengembangan kurikulum
Prinsip adalah suatu kaidah yang harus dipenuhi oleh evaluator kurikulum.[5] Adapun prinsip evaluasi pengembangan kurikulum adalah kaidah yang dipenuhi oleh evaluator kurikulum untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria.
Prinsip-prinsip evaluasi kurikulum adalah sebagai berikut:[6]
1.      Tujuan tertentu, artinya setiap program evaluasi kurikulum terarah dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan secara jelas dan spesifik. Tujuan-tujuan itu pula yang mengaahkan berbagai kegiatan dalam proses pelaksanaan evaluasi kurikulum.
2.      Bersifat objektif, dalam artian berpijak pada keadaan yang sebenarnya, bersumber dari data yang nyata dan akurat, yang diperoleh melalui instrumen yang andal.
3.      Bersifat komprehensif, mencakup semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum, seluruh komponen kurikulum harus mendapat perhatian dan pertimbangan secara seksama sebelum dilakukan pengambilan keputusan.
4.      Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan. Pelaksanaan dan keberhasilan suatu program evaluasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan seperti guru, kepala sekolah, penilik, orang tua bahkan siswa itu sendiri, di samping merupakan tanggung jawab utama lembaga pneliti dan pengembangan.
5.      Efisien, khususnya dalam penggunaan waktu, biaya, tenaga, dan perelatan yang menjadi unsur menunjang. Oleh karena itu, harus diupayakan agar hasil evaluasi lebih tinggi, atau paling tidak berimbang dengan materi yang digunakan.
6.      Berkesinambungan, hal ini diperlukan mengingat tuntutan dari dalam dan luar sistem sekolah, yang meminta diadakannya kurikulum. Untuk itu, guru dan kepala sekolah sangatlah penting, karena mereka yang mengetahui pelaksanaa, permasalahan, dan keberhasilan kurikulum.
7.      Prinsip fleksibilitas, terdapat ruang gerak yang memberikan kebebasan dalam bertindak. Fleksibilitas mencakup peserta didik yang bebas memilih program pendidikan, serta pendidikan dalam mengembangkan program pembelajaran.[7]
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang evaluator dalam pelaksanaan evaluasi, meliputi :
a.       Evaluasi hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga jelas tujuan dan kegunaannya, objek evaluasinya, instrument evaluasi dan interpretasi hasil evaluasi.
b.      Evaluasi harus menjadi bagian integral dalam proses pengembangan kurikulum
c.       Untuk memperoleh hasil hasil yang objjektif, evaluasi harus menggunakan berbagai instrument.
d.      Pemilihan instrument evaluasi harus sesuai dengan objek dengan objek evaluasi/
e.       Instrument evaluasi harus mendorong kemampuan penalaran dan kreativitas peserta didik.
f.       Objek evaluasi harus menyeluruh.
g.      Evaluasi harus mengacu kepada prinsip diferensiasi, yaitu memberikan peluang kepada peserta didik untuk menunjukkan apa yang diketahui, apa yang dipahami dan apa yang dapat dilakukan.
h.      Evaluasi harus diikuti dengan tindak lanjut.
i.        Evaluasi harus berorientasi  pada kecakapan hidup dan bersifat mendidik.
Kami menyadari materi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan. Dan apabila masih ada kata-kata yang salah dan materi-materi yang kurang dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita dan menjadi ilmun yuntafa’u bihi. Amin ya Robbal ‘Alamin.

Daftar Pustaka
Triwiyanto, Teguh. 2015, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara
Hasan, Hamid.  2009, Evaluasi Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Hamalik, Oemar.  2011, DASAR-Dasar Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Reksoatmudjo, Tedjo Narsoyo. 2010. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Bandung: PT Refika Aditama
    Arifin, Zainal. 2014. Konsep dan Model Pengambangan Kurikulum, Bandung: PT Remaja   Rosdakarya


[1] Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), hal. 183
[2] Ibid, Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, hal 183
[3] Tedjo Narsoyo Reksoatmudjo, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), hal. 57
[4] Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengambangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hal. 266
[5] Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hal. 156
[6] Oemar Hamalik, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), hal. 255
[7] Ibid, Teguh Triwiyanto, Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, hal 185

Inti Retna / 932506615/UAS E-LEARNING Kelas A/PBA IAIN KEDIRI